Bekantan dan Lahan Gambut Yang Terancam









Assaalamualaikum teman-teman, apa yang terpikir di benak kalian ketika mendengar kata bekantan? Kebanyakan pasti teringat dengan kera berhidung panjang atau monyet Belanda?

Ya, benar sekali. Bekantan atau Proboscis Monkey atau dikenal sebagai monyet Belanda dengan nama latin Nasalis Larvatus adalah satwa menggemaskan berhidung panjang yang merupakan fauna asli Pulau Kalimantan, saat ini Bekantan yang merupakan hewan maskot resmi Provinsi Kalimantan Selatan ini statusnya sudah hampir punah. Sebagai masyarakat Kalimantan Selatan dan warga Indonesia saya sangat khawatir dan prihain dengan keadaan ini, bagaimana bisa hewan endemik menjadi langka di habitatnya sendiri?

Lalu apa hubungannya dengan Lahan Gambut?


Kalimantan Selatan adalah salah satu provinsi di Indonesia yang berada di pulau Kalimantan dengan jumlah penduduk sekitar 3,9 juta jiwa. Luas wilayah kurang lebih 3,9 juta hektar di mana 1,8 juta hektar berupa hutan dan 0,1 juta hektar adalah lahan gambut, bahkan di salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan terdapat sebuah daerah yang bernama Gambut.

Dikutip dari pantaugambut.id, Gambut adalah hamparan yang terbentuk dari sisa-sisa pohon, rerumputan, lumut, dan jasad hewan yang membusuk. Timbunan tersebut menumpuk selama ribuan tahun hingga membentuk endapan yang tebal. Gambut umumnya ditemukan di area genangan air, seperti rawa, cekungan sungai, maupun daerah pesisir. Gambut bisa berada di dataran rendah dan dataran tinggi.

kondisi alami habitat bekantan berada daerah lahan basah seperti hutan rawa gambut, bakau, satwa ini sangat tergantung pada daerah riparian yaitu daerah  peralihan antara sungai dengan daratan, di mana wilayah ini memiliki karakter yang khas, karena adanya perpaduan lingkungan perairan, daratan dan sungai, walaupun sebagian kecil populasi bekantan ada yang hidup di hutan dan hutan di tepi sungai.

Primata endemik di pulau Kalimantan ini memiliki peran penting dalam mempertahankan keutuhan ekosistem khususnya daerah lahan basah.Jumlah bekantan yag menurun drastis sampai saat ini menjadi bukti bahwa habitat mereka semakin berkurang atau rusak dan mengancam kelangsungan hidup bekantan. Degradasi hutan lahan bahas sebagai habitat bekantan serta perburuan liar, telah menurunkan populasi bekantan sampai dengan 90% dalam 20 tahun terakhir yang mengakibatkan bekantan terancam punah.



Apa yang Terjadi dengan Lahan Gambut di Kalimantan Selatan?


Setiap tahunnya Kalimantan Selatan menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi langganan kebakaran lahan gambut yang mengakibatkan kabut asap dengan jumlah yang tidak sedikit.

Kebarakan hutan dan lahan gambut mengakibatkan masyarakat terserang penyakit pernapasan, gangguang akses pendidikan, terputusnya jaringan transportasi karena bandara tidak bisa beraktivitas, lepasnya emisi gas rumah kaca, dan terancamnya keanekaragaman hayati seperti fauna yang hidup di daerah gambut juga terkena imbas dari kebakaran lahan gambut, salah satunya adalah Para Bekantan yang hidup di lahan Gambut juga turut menjadi korban dari Kebakaran tersebut, ada yang terpanggang dalam kebakaran dan banyak juga yang lemas tidak bisa bernafas karena terkepung asap yang menyesakkan, selain itu mereka juga harus kehilangan habitat serta makanan karena habis terbakar.

Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia yang berfokus pada konservasi Bekantan setiap tahunnya turut andil dalam penyelamatan bekantan dari terbakarnya habitat mereka yaitu lahan gambut.


(sumber:  Sahabat Bekantan Indonesia www.bekantan.org)

Mengapa terjadi kebakaran lahan gambut?


Kebakaran hutan dan lahan rawa gambut umumnya terjadi karena manusia sendiri, contohnya adalah pembakaran lahan untuk pembukaan lahan tanam baru baik itu pertanian atau perkebunan oleh masyarakat atau perusahaan. Dan yang semakin cepat terjadi adalah pembukaan lahan gambut untuk pembangunan perumahan.


Bekantan Korban Kebakaran (sumber: bekantan.org)


Padahal lahan gambut memiliki banyak manfaat, mulai dari menjaga kestabilan iklim dunia dengan menyerap karbon, mengurangi dampak buruk bencana dan bisa juga menaunjang perekonomian masyarakat lokal.




Apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga bekantan dan lahan gambut?


1.    Memantau komitmen badan-badan terkait dalam rangka restorasi lahan gambut, saat ini pemerintah pun sudah sangat waspada mengenai kerusakan lahan gambut yang terjadi di Indonesia dengan rencana restorasi 2 juta hektar lahan gambut yang ada di Indonesia.
2.      Memahami dan mempelajari pentingnya gambut untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya dan mengenai restorasi gambut, agar dapat menegudaksi masyarakat luas terutama masyarakat sekitar lahan gambut untuk bisa melindungi lahan gambut.
3. Mengedukasi dan berbagi cerita serta pengalaman mengenai gambut kepada masyarakat tentang pentingnya kehidupan bekantan di lahan gambut, agar tidak dipelihara atau diburu.
4.  Mengkonservasi bekantan yang masih tersisa dan hidup di lahan gambut
5. Menyuarakan pentingnya menjaga lahan gambut kepada masyarakat luas melalui sosialisasi dan paling sederhana lewat sosial media Saat ini sosial media dan internet adalah media yang sangat ampuh untuk menarik perhatian dan kepedulian masyarakat Indonesia. Seperti yang sedang dijalankan oleh Tim Pantau Gambut adalah salah satu hal yang bisa menarik perhatian dan kepedulian masyarakat umum terhadap kondisi lahan gambut, khususnya di Indonesia.



Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk melindungi lahan gambut serta fauna dan flora yang ada di dalamnya. Mari kita bersama-sama menjaga dan memantau lahan gambut yang masih tersisa di Indonesia untuk bisa menjaga keseimbangan alam kita dan melestarikan fauna dan flora yang tinggal di dalamnya, terutama satwa-satwa yang hampir punah salah satunya yaitu Bekantan, satwa lucu berhidung panjang asli dari Kalimantan.

"Lindungi masa depan anak cucu kita dengan melindungi gambut." 
#pantaugambut

Komentar

  1. Sadis banget ya dalam waktu 20 tahun populasi Bekantan menurun sampai 90% , gila!

    Untuk orang Kalimantan yang sedang membaca tulisan ini, tolong jaga lahan gambut sebaik mungkin ya. Jangan pada mentingin diri sendiri. Kalian punya Bekantan imut yang harus dijaga biar gak sampe punah.

    BalasHapus
  2. Klo baca tulisan yg kyk gini tuh rasanya sedih. Tapi saya bisa apa? Bisa nulis jg ya untuk mengedukasi masyarakat sekitar. Ide bagus tuh. Blogger2 yg kepandaian n hobinya nulis bisa kali rame2 nulis topik2 penting kyk gini biar pada tau dan aware.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kejamnya manusia membuka lahan dnegan caa dibakar yang bikin lahan gambut menurut dan akibatnya populasi bekantan turun sampe 90 persen dalam kurung waktu 20 tahun. nyebelin!

      semoga orang kalimantan dan pejabat tinggi enggak egois mentingin diri dan perut sendiri sehingga memusnahkan lahan gambut dan bikin dunia nggak seimbang karna kehilangan bekantan yang bisa punah.

      Hapus
    2. Politik dan berbagai kepentingan bikin urusan ini makin ruwet kan ya.

      Hapus
  3. gue malah baru tau kalo bekantan itu disebut monyet belanda. asli beneran baru tau deh.
    tapi parah sih, hewan primata seperti ini sampai hilang selama beberapa tahun. ini kayaknya mah emang manusianya aja sih yang harus dikasih edukasi, supaya ga merusak habitat hewan itu.

    baru tau juga, ternyata yang dimaksud gambut itu berupa sisa'' pohon, hewan atau sejenisnya gitu ya. smoga para manusia'' ini sadar, dan bisa memikirkan hal lain ketimbang dirinya sendiri. klo ketauan ngebakar hutan gini, kita yang masyarakat biasa bisa ngehukum para pelakunya gitu ga sih ya.

    BalasHapus
  4. Wah, dapet ilmu baru nih tentang apa itu lahan gambut, ternyata lahan gambut itu endapan dari timbunan pohon, lumut, bangkai hewan selama ribuan tahun. Keren Indonesia punya itu, seharusnya bisa lebih dijaga sama-sama, bukan malah dibakarin buat buka lahan kan ya -_-

    Setuju sih, sama mengedukasi masyarakat tentang pentingnya bekantan buat lahan gambut, biar sama-sama bisa saling jaga. Gue juga yakin banyak masyarakat yang masih belom tau ini, ya salah satuya gue.

    BalasHapus
  5. jadi inget pelajaran IPA waktu SD nih, pernah ada istilah lahan gambut, meskipun belum pernah lihat bekantan secara langsung tapi setidaknya bisa ngebayangin gimana sedihnya bekantan yang rumah alaminya rusak, karena ulah manusia.

    Sepertinya memang harus ada edukasi buat masyarakat tentang pentingnya lahan gambut bagi kehidupan.

    BalasHapus
  6. populasi bekantan mulai punah kalau dalam waktu sekian saja bisa hilang 90% bagaimana nanti mereka..

    peran pemerintah saja tidak cukup kalau masyarakatnya tidak mendukung.. mungkin ini salah satu cara awarnes yang baik.. jadi pengin buat tulisan seperti ini juga suatu saat ...

    btw blogwalking balik ya ke blog iseng-iseng saya di : http://triyan-arief.blogspot.co.id/2017/07/kingdom-has-fallen.html

    BalasHapus
  7. walopun kayaknya nggak pernah diekspos tentang kegunaan gambut ternyata kegunaannya begitu sangat penting untuk kelangsungan makhluk hidup termasuk kita ya sister...semoga ke depannya pemerintah dan kita semua bisa menjaga hutan gambut dan kita bisa menyelamatkan anak cucu kita kelak, secara seharusnya Indonesia ini sudah kaya akan SDA, tinggal bagaimana SDM nya mengelola. Semangat menularkan virus positif tentang sadar lingkungan ya sis :)

    BalasHapus

Posting Komentar

@admilidyasari instagram