Jodoh



Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh..

Berbicara masalah jodoh, kita semua pasti tahu kalau jodoh itu masalah yang ghaib, hal yang misterius, sama dengan maut yang kita semua tidak tahu kapan dan bagaimana datangnya.

Jodoh.

Beberapa kali aku melihat fotonya di instagram seorang teman, dan cukup tertarik untuk memandangnya, sosok yang tidak kuketahui siapakah dia namun tidak lantas membuatku penasaran dengan sosoknya.

Tiba-tiba seorang sahabat menyebutkan namanya dan menceritakan tentangnya di hari ulang tahunku yang ke-21 pada Desember 2016 (sewaktu masih merayakan ulang tahun), dan waktu itu namanya masih benar-benar asing di telingaku.
Tapi entah kenapa sejak dari hari itu aku dibuatnya penasaran hanya dengan mendengar namanya dan melihat sosoknya di foto.

Besoknya temanku kembali mengupload fotonya di instagram, dan akhirnya bikin aku penasaran dan langsung bertanya "ini Ribai kah?" dan si teman ini langsung menjawab "Masya Allah, anti tahu kah? lelaki idaman beliau ni, anti mau kah sama Ribai?"
kaget dong aku langsung dikasih pertanyaan gitu, tapi ya akhirnya minta diurusin sih hahaha

Sahabatku ngasih informasi kalau si lelaki ini sering sholat Dzuhur dan Ashar di salah satu Masjid di Banjarmasin, dan karena penasaran pengen tahu bagaimana sosok asli si lelaki ini akhirnya aku putuskan buat sholat Ashar di masjid itu.
Kocak sih kalau ingat moment pertama kali ketemu sama dia, waktu itu selesai dzikir sahabat aku langsung manggil-manggil buat keluar masjid karena si lelaki sudah ada di parkiran.
Dan you know what? for the first time in forever aku mengalami yang namanya freezing gak tahu harus ngapain, perasaan campur aduk, bahkan mau senyum aja bingung gimana caranya waktu sahabat aku ngucapin salam ke dia. Padahal aku terbiasa main sama cowok dan dulu itu kita liat-liatannya cuma dari jauh, tapi... jantung aku berdegupnya parah banget loh, macem gak pernah ketemu cowok sebelumnya,
waktu itu langsung pede berkata "mungkin ini pertanda dari Allah kalau dia jodoh aku" hahaha

sahabat aku waktu itu langsung gerak cepat pengen ngenalin aku ke lelaki ini dan tentu dia langsung nge-cut bilang gak pengen pacaran. Padahal ya aku juga udah gak pengen pacaran lagi ya pengennya nikah lah, tapi ternyata si lelaki ini memang belum dapat izin untuk menikah dari orang tuanya. Sementara aku ingin dalam waktu dekat bisa menikah.

Tentunya aku gak patah semangat dong, akhirnya aku rajin ikut kajian yang juga diikutin sama lelaki ini, pokoknya gimana caranya aku bisa lihat dia biar cuma dari jauh. Oke ini alasan yang sangat gak bagus untuk ikut kajian, jadi jangan ditiru ya :D
waktu berlalu, hari berganti, bulan berganti. Aku yang awalnya niat ikut kajian hanya untuk mendapatkan cinta manusia sudah berubah, aku benar-benar serius ngaji bahkan sangat malu dengan niat dulu pas awal kajian. FYI aku udah serius berhijrah dalam masalah pakaian sejak 2016 dan sudah putus hubungan dengan yang namanya pacaran, namun masih minder untuk ikut kajian agama

Setelah berbulan-bulan tidak ada kabar apapun mengenai si lelaki ini dan aku sudah beberapa kali hampir mundur untuk ngedapatin dia, tiba-tiba di bulan April lelaki ini follow aku di instagram, demi apa aja waktu itu aku langsung shock dong, dia yang flat-flat aja selama ini tiba-tiba follow di instagram. Waktu itu berasa pengen loncat-loncat tapi gak bisa karena lagi ada kelas :"D
tapi ya tetap aja aku masih berasa hopeless ke dia,
dengan keadaan hampir menyerah tiba-tiba lagi di bulan Mei dia datang ke rumah untuk nadhor, ya Allah waktu itu juga perasaan udah gak karuan, gimana gak karuan.. kita sebelumnya gak pernah ngobrol dan malam itu kita ngobrol untuk pertama kalinya.
masih ingat, waktu itu dibawain martabak yang rasanya jadi super enak padahal biasa aja hahaha.

Singkat cerita, H-1 Ramadhan diajak untuk temu keluarga, dan untuk pertama kalinya bertemu dan ngobrol langsung sama keluarganya, waktu itu juga gugup banget, bingung mau ngobrol apa.
h+4 Idul Fitri datanglah kembali dia beserta keluarganya untuk membicarakan kelanjutannya, dan sampailah pada Idul Adha dia dan keluarganya kembali datang untuk mengkhitbah dan membicarakan tanggal yang tepat.

Setelah banyak halangan dan rintangan yang dialui dan beberapa kali mengalami ups and downs tibalah kami di tanggal 14 Oktober 2017 yang bertepatan pada 24 Muharram 1438 Hijiriyah, akhirnya kami menjadi pasangan yang halal.
Sejak malamnya sebelum akad nikah aku udah gak karuan rasa, gak ngerti lagi perasaaan watu itu udah di atas perasaan gugup dan akhirnya bikin aku gak makan seharian hahaha.
Berasa banget loh kita berdua waktu itu gugup, malu dan canggungnya, karena emang baru pertama kali ketemu lagi dalam jarak sedekat itu dan dengan status yang udah halal.



Pas moment salaman dan masang cincin, teman-teman yang hadir semua pasti bisa lihat kalau kita gemeteran waktu pegang tangan satu sama lain, gimana gak gemeteran say ngobrol aja jarang banget apalagi sampai bersentuhan.
Moment lucu juga waktu kita mau ambil foto sama video, pengambilan jadi cukup lama karena sang tukang foto bilang kita masih kaku dan gak natural, apalagi waktu disuruh bertatapan berdua, asli gak kuat mandangin dia hahaha

Masih berasa mimpi, masih berasa gak percaya, orang yang dulunya cuma bisa diajak ngobrol lewat do'a sekarang bisa diajak ngbrol setiap hari, dari awal bangun tidur sampai mau tidur lagi.

Jodoh emang gak ada yang tahu kapan datang dan perginya, selama kita berusaha dan terus berdo'a untuk diberikan yang terbaik, yakinlah bahwa Allah akan datangkan yang terbaik menurut-Nya untuk kita.

terima kasih buat teman-teman yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca posting ini sampai selesai, semoga bisa menjadi cerita yang menyenangkan untuk kalian baca ya, dan semoga untuk teman-teman yang sedang menantikan jodoh Allah mudahkan jalannya untuk bertemu jodohnya..

Komentar

@admilidyasari instagram