Asa Bisa Karena Biasa

Asa Bisa Karena Biasa

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh..
Nampaknya ini posting pertama di awal 2018 ya, saking magernya ibuk ini untuk menulis kembali di blog dengan alasan mengurus rumah tangga, padahal sih gak juga hahaha.

Alhamdulillah dapat mood untuk nulis di blog, setelah sekian lama ingin tapi sok-sok gak ada waktunya buat mampir sejenak nulis di sini.
So ya.. Semenjak menikah Oktober lalu banyak hal yang ingin diceritakan dan disampaikan di sini, salah satunya adalah Insya Allah tahun ini akan bertambah anggota keluaga yaitu anak pertama kami, mohon do'anya ya biar si dedek di dalam perut sehat-sehat sampai nanti dilahirkan.

Dan hal lain yang ingin disampaikan sesuai dengan judul posting ini adalah pesan bagi saudari-saudariku yang sekarang dilanda kegalauan sebelum pernikahan dikarenakan kekurangan dalam hal mengurus rumah tangga.

Sedikit bercerita, saya adalah anak bungsu yang selama 22 tahun hidup jarang  mengerjakan urusan rumah seperti mencuci baju, menyetrika dan lain-lain, karena semuanya sudah ada yang mengerjakan, ya.. memang sebenarnya tidak bagus untuk ditiru karena akhirnya kita terkesan seperti perempuan yang tidak bisa apa-apa.
Waktu berjalan tidak sedikit orang yang meremehkan saya dalam hal tersebut, meskipun saya sudah mencoba untuk belajar sedikit demi sedikit, dengan mengatakan "Kok gak bisa nyetrika sih, gak bisa punya suami loh" atau "perempuan kok gak bisa sih?" atau seperti ini "Loh bisa yah kamu nyuci baju" dengan nada-nada yang kurang nyaman didengar.
Sampai pada waktunya saya ingin menikah masih banyak yang meragukannya dengan berkata "bisa gak yah nanti kamu pas nikah ngurusin rumah" dan lain sebagainya.
Dulu saya agak kesal kalau orang-orang sudah berkata seperti itu, tapi sekarang kalau dipikir-pikir toh semuanya kita juga yang menjalankannya, jadi yaa.. akhirnya tak terlalu ambil pusing sambil terus memperbaiki diri.
Dan satu pesan dari mama saya juga bahwasanya semua tidak ada yang instan, tidak semua orang langsung hebat punya resep masakan enak, pasti ada prosesnya. Dan saya yakin akan hal itu.

Berjalannya waktu pernikahan, dengan berkah Allah sedikit demi sedikit saya bisa melakukan semua hal sendiri, mengurus suami (tentunya wkwk), mencuci sampai menjemur pakaian, menyapu dan mengepel lantai, sampai memasak dengan nyontek resep dari cookpad. Tapi jujur deh kalau masalah nyetrika baju saya masih belum mahir-mahir banget masih ada yang bantuin hihi

Alhamdulillah berjalan pelan-pelan sesuai dengan prosesnya masing-masing, jadi buat kamu-kamu yang lagi merasakan kegalauan yang mirip dengan yang saya alami, buang jauh-jauh rasa galau itu dan jadikan omongan orang-orang yang meremehkan kamu sebagai motivasi untuk bisa memperbaiki diri jauh dari yang lalu, tak perlu jadikan hal tersebut sebagai ajang pembuktian diri pada orang lain, cukup buktikan pada diri sendiri bahwa kita bisa melakukannya dengan sebaik-baiknya.
karena kalau bukan kita sendiri yang berubah dan memperbaiki diri, siapa lagi? terus berdoa, bersabar dan tekun dalam belajar kehidupan maka insyaAllah akan selalu diberikan kemudahan oleh Allah dalam menjalani kehidupan ini.

..Asa Bisa Karena Biasa..


Komentar

@admilidyasari instagram